Thursday, October 31, 2013

Kian Banyak Ekspatriat Asing Peluk Islam di UAE

Kian Banyak Ekspatriat Asing Peluk Islam di UAE

Kamis, 24 Oktober 2013, 16:13 WIB
Komentar : 0
©expatinfodesk.com
Komunitas Expatriat
Komunitas Expatriat

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Sejak September lalu, sebanyak 290 ekspatriat di Uni Emirat Arab (UEA) memeluk Islam. Mereka yang memeluk Islam berasal dari sejumlah negara seperti Argentina, Brazil, Rusia, Cina, India dan negara lainnya.

Direktur Pusat Informasi Islam (IIC), Rashid Aljunaibi ketertarikan para eksptariat memeluk Islam dikarenakan mereka mengetahui informasi yang benar tentang Islam dan Muslim. Informasi ini sekaligus meluruskan kesalahpahaman yang sebelumnya terbentuk.

"Islam mengajarkan rasionalitas dan kasih sayang. Agama ini memerintahkan pengikutnya untuk bersikap jujur, adil dan baik terhadap semua orang, mengabaikan agama, ras, bahasa dan warna kulit," kata dia seperti dikutip Khaleej Times, Kamis (24/10).

Manuel, pekerja asing asal Filipina mengaku Islam merupakan sesuatu yang asing. Ketika tiba di UEA, ia melihat seperti apa itu Islam. "Saya mulai berpikir tentang Islam. Lalu saya membaca lebih banyak tentang Islam , khususnya Al-Quran terjemahan bahasa Tagalog, saya temukan hal baru yang begitu dekat dengan saya," kata dia.

Para mualaf ini nantinya akan mendapatkan pembinaan di IIC. Bagi mereka yang kurang mampu, IIC akan memberikan bantuan. Bantuan yang diberikan beragam seperti uang tunai, pekerjaan dan lainnya.

Sejak didirikan tahun 1993, lebih dari 20.000 ekspatriat dari 200 negara memeluk Islam di IIC.

Friday, October 25, 2013

Prof David Keldani, Pendeta yang Menemukan Kebenaran Islam

 republika.co.id

Prof David Keldani, Pendeta yang Menemukan Kebenaran Islam

 David Benjamin Keldani

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Afriza Hanifa

“Saya tidak bisa menghubungkan sebab-sebab saya memeluk Islam, kecuali kepada petunjuk Allah RabbulAlamin. Tanpa petunjuk Allah, segala pelajaran atau ilmu, pembahasan dan lain-lain usaha untuk menemukan kepercayaan yang lurus ini bahkan mungkin menyebabkan orang tersesat,” ujar Prof Abdul-Ahad Dawud B.D, bekas Pendeta Tinggi di David Bangamni Keldani, Iran.

Pendeta David Benjamin Keldani,B.D, merupakan namanya sebelum berislam. Ia merupakan seorang imam katolik Roma dari sekte Uniate - Chaldean. Ia dilahirkan pada tahun 1867 di Persia dan tumbuh besar disana. Sejak kecil, ia telah dididik untuk disiapkan menjadi pendeta. David bahkan di kirim ke Roma untuk mempelajari teologi dan filsafat.

David menjadi pendeta yang aktif. Ia menghasilkan banyak karya keagamaan. Ia bahkan seringkali menulis tentang gereja di berbagai media. Prestasinya sebagai pendeta pun sangat gemilang. David bahkan pernah diutus oleh dua Uskup Agung Uniate-Chaldean Urmia dan Salinas untuk mewakili Katolik Timur pada Kongres di Perancis.

Namun di usia tuanya, ia mengalami gejolak batin. Bermula ketika terjadi perselisihan antarsekte agama yang ia anut. Ia bahkan menemukan perselisihan berdarah. Maka pertanyaan besar pun berkecamuk dalam pikirannya. Ia bertanya-tanya mengenai ragam dan warnanya agama yang ia anut. Keberagaman tersebut membuatnya mempertanyakan keauntetikan kitab suci bahkan Tuhannya.

Maka di musim panas tahun 1900, saat ia menikmati pensiun di sebuah vila di Digala, David memulai jalan hidayahnya. Ia membaca ulang kitabnya, kemudian bermeditasi. Ia mencari jawaban segala pertanyaannya.

Hingga kemudian saat pindah ke Belgia, ia bergabung kembali dengan komunitas Unitarian. David bersama komunitas pun berkunjung ke Istanbul. Disana ia bertemu ulama bernama Jemaluddin Effendi. Setelah banyak berbincang dengan sang ulama, David mendapatkan hidayahnya. Ia menemukan kebenaran di dalam Islam. David pun memeluk Islam dan mengubah namanya menjadi Abdul-Ahad Dawud.

Islam sebagai Way of Life

David merasa hidayah yang didapatkan begitu berharga. Ia bahkan tak habis pikir mengapa hatinya condong pada Islam. Mengingat sejak kecil ia telah dididik menjadi pendeta. Jika ditanya sebabnya memilih Islam, maka ia benar-benar merasakan mendapat petunjuk dari Allah. David merasa sangat beruntung mendapat petunjuk Allah.

Setelah berislam, David pun menjadi muslim yang taat. Ia mempelajari Islam dengan sungguh-sungguh. Ia bahkan merasakan ketenangan dan kedamaian setelah berislam. Semua yang diajarkan Islam, ia terapkan dalam hidup. Di sisa-sisa usianya, ia menjadikan Islam sebagai cara hidupnya.

“Dan seketika saya percaya atas ke-Esaan Allah, jadilah Rasulnya, Muhammad SAW itu akhlak dan cara hidup saya,” ujar David bersyukur.

Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Baqarah [2]:82)

  Isi Komentar Anda

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Warga AS Justru Ingin Tahu Banyak Soal Islam

Warga AS Justru Ingin Tahu Banyak Soal Islam

Jumat, 25 Oktober 2013, 14:10 WIB
Komentar : 0
Onislam
Konvensi tahunan Komunitas Muslim Amerika Utara digelar pada Ahad (2/9/2012) lalu di Washington
Konvensi tahunan Komunitas Muslim Amerika Utara digelar pada Ahad (2/9/2012) lalu di Washington

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Munculnya islamofobia di Amerika Serikat ternyata tidak lantas membuat masyarakat setempat anti dan alergi terhadap Islam. Sebaliknya, islamofobia tersebut dinilai justru membuat keingintahuan warga Amerika Serikat (AS) terhadap Islam semakin besar.

“Karena fobia, mereka sekarang justri ingin tahu,” ujar Guru Besar bidang Komunikasi Universitas Negeri Arizona (ASU), Prof Peter Suwarno, Kamis (24/10). Meski ada sebagian dari mereka yang memang masih takut, jelas Peter, namun banyak juga yang ingin mengenal lebih jauh tentang Islam.

Karena itu Islam di AS tetap memiliki peluang untuk berkembang lebih besar. “Bagi warga AS—kehadiran Islam ini merupakan hal yang baru,” katanya. Terlepas dari itu, masih lanjut Peter, ada fenomena menarik yang saat ini tengah terjadi di negeri yang dipimpin Presiden Barack Obama tersebut.

Munculnya islamofobia beberapa waktu lalu, ungkapnya, ikut memberikan hikmah tersendiri bagi perkembangan Islam di negara AS. Saat ini, jelasnya, pelajaran Islam di sekolah- sekolah di Amerika menjamur. Banyak orang yang ingin tahu mengenai Islam.

Baginya, fenomena ini justru harus disikapi secara hati- hati. “Karena hal ini sangat tergantung dengan bagaimana orang Muslim memperkenalkan Islam itu sendiri,” tegasnya.

Menurutnya, cara- cara untuk mengenalkan Islam di AS ini masih ada yang kurang benar, seperti masih cenderung pada persoalan ritualnya.

Baginya, substansi dari nilai- nilai luhur yang diajarkan oleh Islam harus disampaikan dan diperkenalkan dengan tepat kepada warga AS.  Sehingga peluang untuk memperkenalkan Islam yang rahmatan lil alamin kepada warga AS tidak menjadi kontradiktif.

Tuesday, October 22, 2013

Terpesona Kisah Yusuf Islam, Perempuan ini Akhirnya Memeluk Islam

Terpesona Kisah Yusuf Islam, Perempuan ini Akhirnya Memeluk Islam
22 Oktober 2013 19:09 WIB

Terpesona Kisah Yusuf Islam, Perempuan ini Akhirnya Memeluk Islam
Mualaf (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, Sarah de Andrade Siquiera baru mengenal Islam ketika menyaksikan tayangan dokumenter tentang kehidupan di beberapa negara Muslim. Ia menyaksikan hal yang berbeda, seperti misal, pakaian dan jilbab.

"Yang membuat saya tertarik, Muslimah menyebut itu bukan paksaan, tetapi merupakan wujud implementasi ajaran Islam dalam kehidupan," kata dia seperti dilansir onislam.net, Selasa (22/10).

Gagasan ini yang mungkin tidak dimiliki suatu negara, termasuk negara tempatnya tinggal. Ini karena, ajaran Islam memiliki keterkaitan yang erat dengan masalah ekonomi, politik dan isu-isu sosial. Sejak itu, Sarah memutuskan lebih dalam mencari tahu informasi tentang Islam.

"Pertanyaan saya yang pertama, adalah bagaimana saya mencarinya," kata dia.

Beruntung baginya, keterbatasan literatur tak menjadi soal. Dunia internet ketika itu tengah menjadi fenomena. Mulailah Sarah mencari informasi tentang Islam dan Muslim. Hal yang pertama ia "klik" adalah Yusuf Islam. Di laman itu, ia membaca proses Yusuf Islam memeluk Islam.

"Dia memilih Islam berdasarkan cinta yang murni, amal, kerendahan hati dan penyerahan diri kepada Tuhan yang Maha Esa," kata dia.

Antusiasme Sarah terhadap Islam menjadi lebih besar ketimbang sebelumnya. Ia begitu bersemangat mempelajari rukun iman dan Islam. Pada tahapan itu, Sarah mulai membaca Alquran. Ketika membaca, ia mendapati akurasi ilmiah hakikat awal kehidupan. 

"Saya pun memutuskan menjadi Islam," kata dia.

Keputusan yang demikian cepat tidak terlepas dari intensitas Sarah berkomunikasi dengan umat Islam.  Ia sempat berdiskusi dengan mahasiswa Muslim asal Sudan. Ia juga belajar dengan Muslimah asal Mesir. Keduanya memberikan literatur tentang Islam, termasuk terjemahan Alquran berbahasa Inggris, buku-buku tentang Islam dan Jilbab

Keseriusan Sarah mendalami Islam menarik perhatian ibunya. Alhamdulillah, ibunya tertarik pula mendalami Islam. "Semoga Allah menunjukan jalan yang benar kepadanya. Terakhir yang dapat saya katakan hari ini, Tiada Tuhan Selain Allah, dan Muhammad adalah utusan-Nya," katanya.

Sunday, October 20, 2013

Mantan Politikus Anti-Islam Nikmati Pengalaman Berhaji

 republika.co.id

Mantan Politikus Anti-Islam Nikmati Pengalaman Berhaji

IST

Arnoud Van Doorn.

Arnoud Van Doorn.

REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH--Mantan politikus anti-Islam, Arnoud Van Doorn memeluk Islam begitu menikmati pengalaman pertamanya melaksanakan ibadah haji. Di tanah suci, Van Doorn merasakan kedamaian dan ketenangan.

"Aku mendapati diriku di antara hati yang setiap. Saya berharap air mata penyesalan ini akan mencuci segala dosa yang saya buat," kata dia kepada Saudi Gazzete, Jumat (18/10).

Doorn, mantan anggota Partai Kebebasan sayap kanan ( PVV ) belum lama menjadi mualaf. Putusan ini muncul setelah cukup lama mempelajari Islam selama berkampanye anti-Islam dan memproduksi film berjudul Fitna.

Doorn mengatakan sejak kedatangannya di tanah suci , ia telah menjalani hari terbaik dalam hidupnya . Ia berharap bisa menghabiskan waktu lebih banyak di Madinah. Ia pun berencana kembali ke Madinah setelah prosesi haji selesai.

"Saya merasa malu berdiri di depan makam Nabi Saw. Saya memikirkan kesalahan besar. Semoga Allah memaafkan saya," kata dia.

Kunjungannya ke tanah suci Makkah dan Madinah bukanlah yang pertama . Setelah mengucapkan dua kalimat syahadat, politisi Belanda menuju kota suci Makkah guna menunaikan umrah usai bertemu dua imam Masjid Nabawi , Sheikh Ali Al - Hudaifi dan Sheikh Salah Al - Badar.

Redaktur : Agung Sasongko

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu(QS.Al-Baqarah:45)

Saturday, October 19, 2013

Pengarah filem hina Nabi menitis air mata semasa haji

Pengarah filem hina Nabi menitis air mata semasa haji19 OKTOBER 2013 12.57from Detik Islam by Detik Islam
Arnold Van Doorn, bekas penerbit filem yang menghina Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjadi tetamu Allah menunaikan kewajiban haji pada tahun ini, air matanya tidak henti-henti saat tiba di Mekah.
http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos3/Usamah/arnold.jpg&h=235&w=355&zc=1
Arnold Van Doorn
Dia mencari saat yang paling bahagia ketika ini. Van Doorn akan menghasilkan filem yang bertentangan dengan filemnya yang terdahulu bertajuk Sayyidul Basyar (Penguhulu Manusia).

Melalui kenyataan kepada harian Saudi Okaz, dia mencari apa yang dia cita-citakan dalam Islam. Dia mengingatkan masa lalunya yang memerangi Islam dan seperti orang yang menangkap angin. Dia datang ke baitullah untuk meminta ampun dan meminta kepada Allah untuk menghapuskan kesalahannya di masa lalu.
https://fbcdn-sphotos-b-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn2/988328_653898337977841_203634206_n.jpg

Setelah kepulangannya dari haji, dia bertekad berkhidmat untuk Islam dan muslimin dengan mengerjakan suatu projek besar pembuatan filem yang menggambarkan Nabi adalah Nabi yang rahmat.

*Diterjemahkan dari sumber peribadirasulullah.wordpress.com

Sunday, October 13, 2013

Kisah Pria Korea Selatan Menemukan Kebenaran Islam

REPUBLIKA.CO.ID,  Oleh Afriza Hanifa

“Aku menemukan harapan dalam Islam, kemudian saya menjadi muslim,” ujar seorang mualaf dari Korea Selatan, Park Dong Shin yang kini mengubah namanya menjadi Abd Ar-Ra’oof. Park memeluk Islam saat usiannya 24 tahun. Sebelum memeluk Islam, ia merasa hidupnya hanya dipenuhi kegelapan, keraguan, kebingungan dan luka.

“Aku menulis ini (artikel kisah perjalanannya menuju Islam) untuk berbagi kepada kalian tentang sesuatu yang penting di hidupku, bagaimana aku menemukan hidup yang dipenuhi kegembiraan dan bagaimana aku menemukan makna hidup yang sebenarnya,” Park memulai kisahnya yang ia share di berbagai medsos miliknya, dari blog, fb, twitter hingga youtube.

Sejak kecil, Park telah tertarik dengan beragam budaya dunia. Pasalnya, sang ayah merupakan seorang teknisi kapal yang mengunjungi berbagai negara di belahan dunia. Park pun seringkali berinteraksi dengan warga asing. Oleh karena itu, Park tak asing pula dengan beragam agama di dunia.

Pencarian hidupnya dimulai ketika terjadi krisis moneter di Korea pada akhir 90-an. Keluarganya jatuh miskin. Orang tuanya bercerai. Ia pun kemudian terpaksa tinggal di asrama sekolah. Park miris melihat kondisi masyarakat yang kapitalis. Bahkan di sekolahnya pun, ia melihat hanya materialisme yang dipentingkan. Disitulah ia kemudian berfikir, ada tujuan hidup yang mulia dibanding sekedar mengejar materi.

Hati dan pikiran pria kelahiran Busan itu pun mulai dipenuhi pertanyaan. “Mengapa aku harus hidup?”, “Apa tujuan hidup itu”, “Dimana Tuhan?”, dan pertanyaan serupa. Ia pun kemudian tertaruk dengan agama. Ia datang ke gereja untuk menempuh jalan yang benar. Namun ia tak mendapatkannya.

Hingga kemudian Park menonton beberapa film hollywood yang kisahnya menyudutkan agama Islam. Bukan terpedaya, Park justru melihat ada kemunaikan di dalamnya. Ia pun mencari kebenaran akan Islam. Ia pergi ke perpustakaan dan membaca buku agama Islam.

“Aku mengunjungi banyak gereja dan mempelajari Al Kitab, namun aku tak berfikir untuk mempelajari Islam. Karena aku tak tahu kalau Islam adalah agama Allah. Aku pun mempelajarinya. Dan Islam, ini adalah kebenaran,” ujar Park.

Park terpesona, Islam menjawab segala pertanyaannya. Islam juga memberikan harapannya untuk tak terpedaya kapitalisme. Materi bukanlah tujuan hidup. Begitu terpesona saat mengenal Islam, yang ada di benak park hanya satu, “Mengapa selama ini aku tak pernah tahu tentang Islam?” ujarnya menyesal baru mengenal Islam.

Park pun kemudian jatuh hati pada Islam. Ia mulai serius mendalami Islam. Park mendaftar keangotaan masyarakat muslim di internet kemudian mendapat konseling dari komunitas muslim. Ia pun kemudian mendatangi Masjid Seoul untuk mendapat bimbingan lebih lanjut.

“Aku pergi ke Masjid Seoul setiap hari Sabtu untuk mengambil kelas bahasa Arab dan Islam. Aku tak mengerti bahasanya, tetapi ajaran Arab dan Quran bagai bahasa langit dan malaikat. Aku pun menjadi yakin bahwa Islam adalah rahmat dan karunia Allah bagi umat manusia. Ada banyak agama di dunia dan mereka adalah buatan manusia , namun Islam adalah agama diungkapkan langsung oleh Allah melalui malaikat dan karenanya dibuat langsung oleh Tuhan,” ujarnya.

Setelah memantapkan hati, Park kemudian mengiucapkan syahadat. Ia mendapati Islam begitu indah. Islam menuntutn pada kebenaran. “Anda akan terkejut setelah Anda mengenal Islam . Bagaimana bisa ada seperti agama yang sempurna dan indah?” ujarnya.

Belajar ke Haramain

Park benar-benar terpesona dengan ajaran Islam. Ia tak pernah puas mempelajari dinnullah di tempat tinggalnya di Seoul. Ia ingin menempa lebih banyak ilmu. Maka berankatlah ia ke Haramain untuk belajar langsung di tanah kelahiran Islam.

Park begitu bersemangat. Ia berkeinginan dapat mendakwahkan Islam dengan baik. “Aku pergi ke Arab Saudi untuk belajar Al Qur’an dan Al Hadits. Aku juga membutuhkan pemahaman untuk dakwah. Bahkan setelah datang ke Madinah Al Munawarah, aku telah memulai dakwah melalui online. Aku membuat website dan berbincang dengan banyak orang Korea untuk mengenalkan mereka pada Islam,” tuturnya.

Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim(QS Ali Imran 3)